Pakfakih’s Blog

Seluk Beluk Neraka
Oleh Yulian Purnama 
Apa Itu Neraka?
Neraka adalah tempat yang disiapkan oleh Allah untuk orang-orang kafir, orang-orang yang mendustakan Rasul-Nya, serta orang-orang yang melanggar syari’at-Nya. Masuk neraka adalah sebuah kehinaan. Allah Ta’ala berfirman,
رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Ya Rabb kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolong pun” (QS. Ali ‘Imran: 192).
Masuk neraka adalah kerugian yang sangat besar. Allah Ta’ala berfirman,
إن الخاسرين الذي خسروا أنفسهم وأهليهم يوم القيامة ألا ذلك هو الخسران المبين
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata’” (QS. Az-Zumar: 15).
Neraka adalah tempat terburuk. Allah Ta’ala berfirman,
إنها سآءت مستقراً ومقاماً
“Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al-Furqan: 66).
Berikut ini beberapa seluk-beluk seputar neraka, semoga dengan mengetahuinya dapat membantu kita meneguhkan diri untuk menjauhi hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke dalamnya.
Neraka dan Surga Adalah Makhluk Allah yang Sudah Diciptakan dan Kekal
Allah Ta’ala berfirman tentang surga,
أعدت للمتقين
“Surga (telah) dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali ‘Imran: 133).
Allah Ta’ala berfirman tentang neraka,
أعدت للكافرين
“Neraka (telah) dipersiapkan bagi orang-orang kafir” (QS. Ali ‘Imran: 133).
Kedua ayat ini menggunakan fi’il madhi أعدت yang menunjukkan perbuatan yang sudah dilakukan. Kemudian Allah juga menceritakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam pernah melihat surga,
وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15)
“Dan sesungguhnya ia (Muhammad) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal” (QS. An-Najm: 13-15).
Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam juga menegaskan hal tersebut,
أني رأيت الجنة، فتناولت عنقوداً، ولو أصبته لأكلتم منه ما بقيت الدنيا، ورأيت النار، فلم أر منظراً كاليوم قط أفظع، ورأيت أكثر أهلها النساء “، قالوا: بم، يا رسول الله؟ قال: “بكفرهن” قيل: يكفرن بالله؟ قال: ” يكفرن العشير، ويكفرن الإحسان، لو أحسنت إلى إحداهن الدهر كله، ثم رأت منك شيئاً، قالت: ما رأيت خيراً قط”
“Sungguh aku tadi melihat surga. Aku berupaya meraih setandan buah-buahan di dalamnya. Andai kalian mendapatkannya lalu memakannya, niscaya kalian tidak butuh lagi makanan di dunia. Kemudian aku melihat neraka. Belum pernah aku melihat pemandangan yang mengerikan seperti itu. Dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita. Para sahabat bertanya, ‘Mengapa demikian wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Sebab mereka telah kufur.’ Para sahabat bertanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Rasulullah menjawab, ’Mereka kufur (nikmat) terhadap suami mereka, mereka kufur terhadap kebaikan suami mereka. Apabila kalian (para suami) berbuat baik pada istri-istrinya sepanjang waktu, lalu istri kalian melihat sesuatu yang kurang baik darimu, dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikanmu sedikit pun’” (HR. Bukhari no. 1052, Muslim no. 907).
Neraka Memiliki Penjaga-Penjaga
Allah Ta’ala berfirman,
وَلِلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ.إِذَآ أُلْقُواْ فِيهَا سَمِعُواْ لَهَا شَهِيقاً وَهِيَ تَفُورُ.تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ
“Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, ‘Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?’” (QS. Al-Mulk: 6-8).
Neraka Memiliki Pintu-Pintu
Allah Ta’ala berfirman,
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ.لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ
“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka” (QS. Al-Hijr: 43-44).
وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا قَالُوا بَلَى وَلَكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ
“Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, ‘Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?’ Mereka menjawab, ‘Benar (telah datang).’ Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir’” (QS. Az-Zumar: 71).
Neraka Memiliki 70.000 Tali yang Ditarik Malaikat
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
يُؤتى بالنارِ يومَ القيامةِ لها سبعون ألفَ زمامٍ مع كلِّ زمامٍ سبعون ألفَ ملَكٍ يجرُّونَها
“Neraka (Jahannam) pada hari kiamat akan didatangkan, ia memiliki 70.000 tali. Pada setiap talinya terdapat 70.000 malaikat yang menariknya” (HR. Muslim no: 2842).
Di Neraka Ada Rantai dan Belenggu bagi Penduduknya
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَلَٰسِلَاْ وَأَغۡلَٰلٗا وَسَعِيرًا
“Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala” (QS. Al-Insan: 4).
Allah Ta’ala juga berfirman,
إِذِ اْلأَغْلاَلُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلاَسِلُ يُسْحَبُونَ فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ
“ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, sambil mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar di dalam api” (QS. Ghafir: 71-72).
Panasnya Api Dunia Hanya 1/70 Bagian dari Api Neraka
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
نَارُكم هذِه ما يُوقدُ بنُو آدمَ جُزْءٌ واحدٌ من سبعين جزءاً من نار جهنَّم
“Api yang dinyalakan oleh Ibnu Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api Jahannam” (HR. Bukhari no. 3265, Muslim no. 2834).
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالُواْ لَا تَنفِرُواْ فِي ٱلۡحَرِّۗ قُلۡ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرّٗاۚ لَّوۡ كَانُواْ يَفۡقَهُونَ
“Orang-orang munafik berkata, ‘Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.’ Katakanlah, ‘Api neraka Jahannam itu lebih panas(nya),’ jikalau mereka mengetahui” (QS. At-Taubah: 81).
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ نَارٌحَامِيَةُ
“Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu ? (yaitu) api yang sangat panas” (QS. Al-Qari’ah: 10-11).
Neraka Juga Menyiksa dengan Dingin yang Luar Biasa
Allah Ta’ala berfirman,
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
“ِmereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan air yang sangat dingin” (QS. An Naba’: 24-25).
Ghassaq ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai nanah, dan sebagaian ulama yang lain menafsirkan bahwa ghassaq adalah air yang busuk yang sangat dingin. Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menggabungkan dua makna ini, maka ghassaq adalah air yang busuk yang luar biasa dingin tak tertahankan, yang berasal dari nanah dan keringat penghuni neraka.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
اشتَكَتِ النارُ إلى ربها ، فقالتْ : ربِّ أكلَ بعضي بعضًا ، فأذِنَ لها بِنَفَسَيْنِ: نَفَسٍ في الشتاءِ ونَفَسٍ في الصيفِ ، فأشدُّ ما تجدونَ من الحرِّ ، وأشدُّ ما تجدون من الزَّمْهَرِيرِ
“Neraka mengadu kepada Rabb-nya, ia berkata, ‘Rabb-ku, sebagian dariku menghancurkan sebagian yang lainnya. Allah berfirman kepada neraka, ‘Jika demikian maka engkau dapat bernafas dua kali: satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas.’ Maka itulah panas yang paling panas dan dingin yang paling dingin” (HR. Bukhari no. 3260, Muslim no. 617).
Bahan Bakar Neraka
Bahan bakar neraka adalah manusia yang durhaka serta batu-batu. Allah Ta’ala berfirman,
ياٰأيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At Tahrim: 6).
Neraka Sangat Dalam
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata,
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَدْرُونَ مَا هَذَا قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا
“Kami pernah bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba-tiba beliau mendengar seperti suara benda jatuh ke dasar. Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya, ‘Tahukah kalian suara apa itu?’ Kami menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Ini adalah batu yang dilemparkan ke neraka sejak 70 tahun yang lalu dan sekarang baru mencapai dasarnya’” (HR. Muslim no. 2844).
Makanan dan Minuman Penduduk Neraka
Minuman penduduk neraka adalah air yang mendidih dan nanah. Allah Ta’ala berfirman,
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا
“ِmereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah” (QS. An Naba’: 24-25).
Allah Ta’ala juga berfirman,
وَسُقُوا مَاء حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءهُمْ
“Mereka (penghuni neraka) diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong usus-usus mereka” (QS. Muhammad: 15).
Diantara makanan penduduk neraka adalah buah zaqqum. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ طَعَامُ الْأَثِيمِ كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ كَغَلْيِ الْحَمِيمِ
“Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas” (QS. Ad-Dukhan: 43-46).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai ngerinya buah zaqqum,
لَوْ أنَّ قطْرةً من الزَّقُّومِ قَطَرَتْ في دار الدُّنْيَا لأفْسَدَتْ على أهلِ الدنيا مَعَايِشَهُمْ
“Kalaulah saja setetes dari buah zaqqum menetes di dunia, niscaya akan menimbulkan kerusakan terhadap kehidupan penduduk dunia” (HR. At Tirmidzi no. 2585, ia berkata, “hasan shahih”).
Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
على الله عهداً لمنْ شرب المسكرات لَيَسقيِه من طِينةِ الخبَالِ. قالوا: يا رسولَ الله وما طينةُ الخبَالِ؟ قال: عَرقُ أهل النار أو عُصَارةُ أهلِ النارِ
“Allah berjanji kepada peminum khamr bahwa mereka akan diberi minum berupa thinatul khabal. Para sahabat bertanya, ‘Apakah thinatul khabal itu?’ Nabi menjawab, ‘Yaitu keringatnya  penghuni neraka atau ekstrak dari para penghuni neraka’” (HR. Abu Daud no. 3680, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
Pakaian Penduduk Neraka
Allah Ta’ala berfirman,
فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٞ مِّن نَّارٖ يُصَبُّ مِن فَوۡقِ رُءُوسِهِمُ ٱلۡحَمِيمُ ٩ يُصۡهَرُ بِهِۦ مَا فِي بُطُونِهِمۡ وَٱلۡجُلُودُ ٢٠ وَلَهُم مَّقَٰمِعُ مِنۡ حَدِيدٖ ١ كُلَّمَآ أَرَادُوٓاْ أَن يَخۡرُجُواْ مِنۡهَا مِنۡ غَمٍّ أُعِيدُواْ فِيهَا وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡحَرِيقِ
“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.” (QS. Al-Hajj: 19-21).
Siksaan yang Paling Ringan di Neraka
Dari An Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ أهْوَنَ أهل النارِ عذاباً مَنْ لَهُ نَعْلانِ وشِرَاكانِ من نارٍ يَغلي منهما دماغُه كما يغلي المِرْجَل ما يَرَى أنَّ أحداً أشدُّ منهُ عَذَاباً وإنَّهُ لأهْونُهمْ عذاباً
”Penduduk neraka yang paling ringan siksaannya di neraka adalah seseorang yang memakai dua sandal neraka yang memiliki dua tali. Kemudian otaknya mendidih karena panasnya sebagaimana mendidihnya air di kuali. Orang tersebut merasa tidak ada orang lain yang siksanya lebih pedih dari siksaannya. Padahal siksaannya adalah yang paling ringan diantara mereka” (HR. Muslim no. 213).
Dalam riwayat lain disebutkan orang tersebut adalah Abu Thalib, paman Nabi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ أهْوَنَ أهلِ النارِ عَذَابًا أبو طالبٍ في رِجلَيْهِ نعلانِ من نارٍ يغْلِي منهما دِمَاغُهُ
“Penduduk neraka yang paling ringan siksaannya di neraka adalah Abu Thalib. Ia memakai dua sandal neraka yang membuat otaknya mendidih karena panasnya” (HR. Ahmad 4/241, dishahihkan oleh Ahmad Syakir dalam ta’liq-nya terhadap Musnad Ahmad).
Satu Celupan Saja di Neraka Membuat Kenikmatan Dunia Tidak Ada Artinya
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُؤتَى بأنْعَم أهل الدنيا مِنْ أهل النار فيُصْبَغُ في النارِ صَبْغَةً ثم يُقَال: يا ابنَ آدمَ هل رأيتَ خيراً قطُّ هل مَرَّ بكَ نعيمٌ قط؟ فيقولُ لا والله يا ربِّ، ويؤْتَى بأشَدِّ الناسِ بؤساً في الدنيا مِنْ أهل الجنة فيصبغُ صبغةً في الجنة فيقال: يا ابن آدمَ هل رأيتَ بؤساً قط؟ هل مَرَّ بك من شدة قط؟ فيقولُ: لا والله يا ربِّ ما رأيتُ بؤساً ولا مرّ بِي مِنْ شدةٍ قَطُّ
“Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalamminya” (HR. Muslim no. 2807).
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يقولُ اللهُ تعالَى لأهونِ أهلِ النَّارِ عذابًا يومَ القيامةِ : لو أنَّ لك ما في الأرضِ من شيءٍ أكنتَ تفتدي به ؟ فيقولُ : نعم ، فيقولُ : أردتُ منك أهونَ من هذا ، وأنت في صلبِ آدمَ : ألَّا تُشرِكَ بي شيئًا ، فأبيتَ إلَّا أن تُشرِكَ بي
“Dikatakan kepada seorang penduduk neraka yang paling ringan adzabnya di hari kiamat, ‘Andai engkau memiliki semua yang ada di bumi apakah engkau akan menebus dengannya (agar keluar dari neraka)? Ia menjawab, ‘Ya.’ Maka Allah berfirman, ‘Sungguh Aku menghendaki darimu yang lebih mudah dari hal itu, sejak engkau masih menjadi tulang sulbi Adam, yaitu engkau tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, namun engkau enggan, dan engkau menyekutukanku” (Hr. Bukhari no. 6557, Muslim no. 2805).
Demikian sedikit papar mengenai sifat-sifat neraka. Semoga kita senantiasa ingat akan akhirat dan ingat akan ngerinya neraka, sehingga senantiasa bersemangat dalam kebaikan dan istiqamah dalam ketaatan, semoga Allah Ta’ala menjauhkan kita dari neraka dan mengumpulkan kita semua di Jannah-Nya.
***
Referensi utama: Washfun Naar, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, http://ar.islamway.net/article/1700
Penyusun: Yulian Purnama

Artikel: Muslim.or.id

Iklan

BUDI PEKERTI

عن أبى هريرة قال جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام فَقَالَ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah RA katanya :
“Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW menanyakan : “Siapakah orang yang lebih berhak untuk saya berbuat baik padanya?” Jawab Nabi : “Ibumu.” Tanya laki-laki: “Sesudah itu siapa ?” Jawab Nabi : “Ibumu.” Tanya laki-laki :”Sesudah itu Siapa?” Jawab Nabi : “Ibumu.” Tanya laki-laki : “Sesudah itu siapa?” Jawab Nabi : “Sesudah itu Bapakmu.”

Berbakti Kepada Ibu Bapak
عن عبدالله بن عمرو قال جاء رجل الى النبى صلى الله عليه والسلام يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَىٌّ وَالِدَاكَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ
Dari Abdullah bin Amru RA katanya :
“Datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW meminta supaya diizinkan turut berperang. Nabi bertanya : “Masih hidupkah kedua orang tuamu?” Dia menjawab : “Ya (masih hidup)!” Sabda Nabi : “Hendaklah engkau berjihad, untuk kebaikan keduanya.”

عن عبدالله بن عَمْرِوبْنِ الْعَاصِ قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِىِّ اللهِ صلى الله عليه والسلام فَقَالَ اُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِى اْلأَجْرَ مِنَ اللهِ قَالَ فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَىٌّ قَالَ نَعَمْ بَلْ كِلاَ هُمَا قَالَ فَتَبْتَغِى الأَجْرَ مِنَ اللهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَاَحْسِنْ صُحْبَتُهُمَا

Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA katanya:
“Datang seorang laki-laki kepada Nabi Allah SAW dan mengatakan :”Saya berjanji setiap kepada engkau untuk berhijrah dan jihad (perjuangan). Saya mengharapkan memperoleh pahala dari Allah.” Tanya Nabi :”Adakah salah seorang dari kedua orangtuamu masih hidup?” Jawab laki-laki :”Ya, bahkan keduanya (masih hidup).” Kata Nabi : “Engkau mengharapkan memperoleh pahala dari Allah?” Jawab laki-laki : “Ya!.” Sabda beliau : “Pulanglah kembali kepada ibu bapakmu dan pergaulilah keduanya dengan baik.!”

عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ قِيْلَ مَنْ يَارَسُوْلَ اللهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْكِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
Dari Abu Hurairah RA katanya :
“Rasulullah SAW bersabda : “Orang itu celaka! Sekali lagi orang itu celaka! Sekali lagi orang itu celaka!” Ditanyakan :”Siapakah orang itu ya Rasulullah?” Sabda Nabi : “Siapa yang mendapati ibu bapaknya ketika berumur sangat tua, salah seorang diantaranya atau kedua-duanya, kemudian orang itu tidak masuk ke dalam surga (karena tidak melayani ibu bapaknya yang telah tua tersebut).”

Melanjutkan Tali Silaturahim Orang Tua

عن عبدالله بن عَمْر قال قال رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام أَبَرُّالْبِرِّأَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيْهِ

Dari Abdullah bin Umar RA katanya:
“Rasulullah SAW bersabda : “Perbuatan yang baik, memperhubungkan silaturrahim dengan orang yang dikasihi bapaknya.”

Kebaikan dan Dosa
عن النَّوَاسِ بْنِ سَمْعَانِ الأنْصَارِىّ قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام عَنِ الْبِرِّ وَالإِثْمِ فَقَالَ اَلْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَاحَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرَهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ
Dari Nawas bin Sam’an Al Anshariy RA katanya:
“Saya menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang perbuatan baik dan dosa. Beliau menjawab : “Perbuatan baik itu ialah budi pekerti yang baik. Dan dosa ialah yang tidak menyenangkan dalam hati engkau, dan engkau tidak menyukai kalau dilihat oleh orang lain.”

Bahaya Memutuskan Silaturrahmi
عن جبيربن مطعم قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

Dari Jubair bin Muth’im katanya:
“Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan silaturrahim.”
Silaturrahim melapang Rizki
عن أنس بن مالك قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام مَنْ سَيَّرَهُ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ أَوْيُنْسَأَفِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُز
Dari Anas bin Malik RA katanya:
“Rasulullah SAW bersabda:” Barang siapa menyukai sipaya dilapangkan rizkinya dan lama jejak peninggalan hidupnya, maka hendaklah dia memperhubungkan silaturrahmi!”

Persaudaraan Sesama Muslim
عن أنس بن مالك قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام لاَتَبَاغَضُوْا وَلاَتَحَاسَدُوْاوَلاَتَدَابَرُوْاوَكُوْنُوْاعِبَادَاللهِ اِخْوَانًاوَلاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَأَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ
Dari Anas bin Malik RA katanya:
“Rasulullah SAW bersabda:”Janganlah kamu berbenci-bencian, janganlah kamu berdengki-dengkian, janganlah kamu bermusuh-musuhan dan hendaklah kamu menjadi hamba yang bersaudara! Tiada halal bagi seorang Muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya, lebih dari tiga hari.”

Haram Mendiamkan Saudara Lebih dari Tiga Hari
عن أبى أيوب الأنصارى قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام لاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَأَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ فَيَعْرِضُ هَذَا وَيَعْرِضُ هَذَاوَخَيْرُهُمَاالَّذِى يَبْدَأُبِالسَّلاَمِ
Dari Abu Ayyub Al Anshari RA berkata:
“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Tidak halal seorang muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam. “

Buruk Sangka dan Mencari Aib Orang Lain
عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام اِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَتَحَسَّسُوْا وَلاَتَجَسَّسُوْا وَلاَتَنَافَسُوْا وَلاَتَحَاسَدُوْا وَلاَتَبَاغَضُوْا وَلاَتَدَابَرُوْا وَكُوُنوْا عِبَادَاللهِ اِخْوَانًا

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata:
“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Janganlah kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling mencari-cari dan mnyelidiki aib (kesalahan) orang lain, janganlah kamu saling iri hati, janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
Jangan Memutuskan Persaudaraan

عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام لاَ تَهَجَّرُوْا وَلاَتَدَابَرُوْا وَلاَتَحَسَّسُوْا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوْا عِبَادَاللهِ اِخْوَانًا
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata:
“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Janganlah kalian memutuskan hubungan, janganlah kalian saling bermusuh-musuhan, janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kalian menjual (membeli) sesuatu jika telah ada perjanjian (tawar-menawar) jual beli dengan orang lain. Dan hendaklah kalian menjadi hamba Allah yang bersaudara.”

Seorang Muslim dengan Muslim lainnya adalah Saudara
عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام اَلْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ لاَيَظْلِمَهُ وَلاَيَخْذُلُهُ وَلاَيَحْقِرَهُ اَلتَّقْوَى هَهُنَاوَيُشِيْرُإِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَأَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ
Dari Abu Hurairah Ra berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim adalah saudara sesama muslim, tidak boleh menganiaya sesamanya, tidak boleh membiarkannya teraniaya dan tidak boleh merendahkannya. Taqwa (kepatuhan kepada Allah) itu letaknya disini….” Dan beliau mengisyaratkan ke dadanya. Perkataan ini diulanginya sampai tiga kali. ”Cukup besar kesalahan seseorang, apabila dia menghinakan (merendahkan) saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap sesame muslim, terlarang menumpahkan darahnya (membunuh atau melukai), merampas hartanya dan merusak kehormatannya (nama baiknya).”

Allah melihat Hati dan Amal perbuatan bukan Tampang

عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام اِنَّ اللهَ لاَيَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah Ra berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak memperhatikan (menilai) bentuk rupamu dan hartamu, melainkan Allah memperhatikan (menilai) hatimu dan perbuatanmu.”

Permusuhan Menghambat Masuk Surga
عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الإِْثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيْسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَيُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيْهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوْا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوْا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوْا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Dari Abu Hurairah Ra berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diberikan ampunan dosa kepada setiap orang yang tiada mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali orang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya. Maka diucapkan : “Tunggulah dahulu sampai kedua orang ini berdamai! , Tunggulah dahulu sampai kedua orang ini berdamai!, Tunggulah dahulu sampai kedua orang ini berdamai!”

عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الإِْثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيْسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيْهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اُتْرُكُوْا هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيْئَا

Dari Abu Hurairah Ra berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Dikemukakan (kepada Allah) amal-amal manusia dua kali dalam seminggu, hari Senin dan hari Kamis, lalu diberikan ampunan dosa kepada setiap orang yang beriman, kecuali orang yang mempunyai permusuhan dengan saudaranya. Lalu dikatakan : “Tinggalkan dahulu kedua orang ini, sampai keduanya kembali (berdamai).”

Orang yang Menerima Naungan di Hari Kiamat

عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام اِنَّ اللهَ يَقُوْلُ يَوْمَ الْقِيَمَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّوْنَ بِجَلاَلِى اَلْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِى ظِلِّى يَوْمَ لاَظِلَّ اِلاَّ ظِلِّى
Dari Abu Hurairah Ra berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman dihari kiyamat : Dimanakah orang yang saling mengasihi karena keagunganKu? Di hari ini, Aku akan menaunginya dalam naungan teduhKu, hari dimana tiada tempat bernaung selain naungan teduhKu.”

Menjenguk Orang Sakit, Memberi Makanan dan Minuman

عَنْ ثَوْبَانِ قَالَ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام اِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِى خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
Dari Sauban berkata:
“Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya seorang Muslim yang menjenguk saudaranya sesama muslim yang sakit, dia bagaikan berada didalam taman surga, sampai dia kembali pulang.”

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام اِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ يَوْمَ الْقِيَمَةِ يَاابْنَ اَدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تُعِدْنِى قَالَ يَارَبِّ كَيْفَ اَعُوْدُكَ وَاَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِى فُلاَنًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْعُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِى عِنْدَهُ.
يَاابْنَ اَدَمَ اِسْتَطْعَمَكَ فَلَمْ تُطْعِمُنِى قَالَ يَارَبِّ وَكَيْفَ اُطْعِمُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ قَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّهُ اِسْتَطْعَمَكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تُطْعِمْهُ أَمَا عَلِمْتَ اَنَّكَ لَوْ اَطْعَمْتَهُ لَوَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى
يَابْنَ اَدَمَ اِسْتَسْقَيْتُكَ فَلَمْ تُسْقِنِى قَالَ يَارَبِّ كَيْفَ اَسْقِيْكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ قَالَ اِسْتَسْقَاكَ عَبْدِى فُلاَنٌ فَلَمْ تُسْقِهُ أَمَا اَنَّكَ لَوْسَقَيْتَهُ وَجَدْتَ ذَلِكَ عِنْدِى
Dari Abu Hurairah RA berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla berfirman pada hari kiamat: “Hai Anak Adam! Aku pernah sakit dan kamu tidak menjenguk Aku.” Ada yang menjawab: “Wahai Tuhanku! Bagaimana saya akan menjenguk Engkau, sedang Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Allah Berfirman: “Tiadakah engkau tahu, bahwa hambaku si Anu sakit dan kamu tidak menjenguknya. Tiadakah engkau tahu, kalau engkau menjenguknya niscaya engkau akan mendapati Aku didekatnya.”
“Hai anak Adam! Aku meminta makanan kepadamu, tetapi kamu tidak memberikan makanan kepadaKu.” Ada yang menjawab: “Wahai Tuhanku! Bagaimnana saya akan memberikan makanan kepada Engkau, sedang Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Allah berfirman: “Tidakkah engkau tahu bahwa hambaKu si Anu meminta makanan kepada engkau dan engkau tidak memberinya makanan. Tiadakah engkau tahu, kalau engkau memberinya makanan, sesungguhnya engkau dapati perbuatan itu disisiKu.”
“Hai anak Adam! Aku meminta minuman kepada engkau, dan engkau tidak memberi Aku minuman.” Ada yang bertanya: “Wahai TuhanKu! Bagaimana saya akan memberi Engkau minuman, sedang Engkau adalah Tuhan Semesta Alam?” Tuhan menjawab: “HambaKu si Anu telah meminta minuman kepada engkau dan engkau tidak memberinya minuman. Kalau seandainya engkau memberinya minuman, engkau akan mendapati perbuatan itu disisiKu.”

Cobaan Menghapuskan Dosa
عَنْ عَبْدِاللهِ. قَالَ:
دَخَلْتُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ يُوْعَكُ. فَمَسَسْتُهُ بِيَدِي. فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! إِنَّكَ لَتُوْعَكُ وَعْكًا شَدِيْدًا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أَجَلْ. إِنِّي أُوْعَكُ كَمَا يُوْعَكُ رَجُلاَنِ مِنْكُمْ. قَالَ فَقُلْتُ: ذَلِكَ، أَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : أَجَلْ. ثُمَّ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذَى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ، إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ، كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Aku masuk menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam ketika beliau sedang menderita penyakit demam lalu aku mengusap beliau dengan tanganku dan berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau benar-benar terjangkit demam yang sangat parah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Ya, sesungguhnya aku juga mengidap demam seperti yang dialami oleh dua orang di antara kamu. Aku berkata: Itu, karena engkau memperoleh dua pahala. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Benar. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa suatu penyakit dan lainnya kecuali Allah akan menghapus dengan penyakit tersebut kesalahan-kesalahannya seperti sebatang pohon yang merontokkan daunnya.

عَنْ عَائِشَةَ. قَالَتْ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم :مَا يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا، إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، أَوْ حَطَّ عَنْهُ خَطِيْئَةً

Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:
Saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tidak ada seorang muslim pun yang tertusuk duri atau tertimpa bencana yang lebih besar dari itu kecuali akan tercatat baginya dengan bencana itu satu peningkatan derajat serta akan dihapuskan dari dirinya satu dosa kesalahan.

عن أبي سعيد وأبي هريرة:
أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ :مَا يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصْبٍ، وَلاَ نَصْبٍ، وَلاَ سَقَمٍ، وَلاَ حَزْنٍ، حَتَّى الْهَمِّ يَهُمُّهُ، إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ.

Diriwayatkan dari Abu Said dan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhuma, Mereka berkata:
“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Setiap cobaan yang menimpa orang beriman, seperti penyakit, keletihan, demam, dan kesedihan bahkan kecemasan yang mencemaskannya, niscaya diampuni karenanya sebagian dari kesalahannya.”

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ. قَالَ:
لمَاَّ نَزَلَتْ: مَنْ يَعْمَلْ سُوْءًا يُجْزَ بِهِ بَلَغَتْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ مَبْلَغًا شَدِيْدًا. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَارِبُوْا وَسَدِّدُوْا. فَفِي كُلِّ مَا يُصَابُ بِهِ الْمُسْلِمُ كَفَّارَةٌ. حَتىَّ النَّكْبَةِ يُنْكِبُهَا، أَوِ الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا.

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
“Ketika turun ayat: Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu, kaum muslimin merasa sangat sedih sekali, lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya

sumber http://tablighkp.wordpress.com/2011/06/02/kumpulan-hadist-budi-pekerti/

﴿٤﴾-﴿٣﴾-﴿٢﴾
اِثْنَانِ يُعَجِّلُ هُمَا اللهُ فِى الدُّنْيَا الْبَغْيُ وَ عُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ. (الطبرانى عن اب بكرة)
ثَلَاثٌ يُحِبُّهُمَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ رَجُلٌ قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتْلُوْ كِتَابَ اللهِ وَ رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِيَمِيْنِهِ يُخْفِيْهَا مِنْ شِمَالِهِ وَرَجُلٌ كَانَ فِيْ شَرِيَّةٍ فَانْهَزَمَ اَصْحَابُهُ فَاسْتَقْبَلَ الْعَدُوَّ. (الترمذى عن ابن مسعود)
اَرْبَعٌ مَنْ اُعْطِيْهِنَّ فَقَدْ اُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَ الاَخِرَةِ لِسَانٌ ذَاكِرٌ وَ قَلْبٌ شَاكِرٌ وَ بَدَنٌ عَلَى الْبَلاءِ صَابِرٌ وَ زَوْجَةٌ لا تُبْغِيْهِ خَوْفًا فِى نَفْسِهَا وَمَالِهِ. (الطبرانى عن ابن عباس)

Posted on: Maret 21, 2012

KISI-KISI SOAL UAS TIK 2012

 

 

 

  1. Perataan teks diatur dengan perintah pada menu Format-cells,
  2. Topologi jaringan
  3. Jaringan komputer yang hanya terdiri dari 2 ( dua ) Komputer
  4. Perangkat keras yang digunakan untuk akses internet,
  5. Perangkat Yang berfungsi Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital atau sebaliknya dalam
    komunikasi internet
  6. Perusahaan yang menyediakan jasa layanan internet
  7. Kemampuan akses internet menggunakan jaringan Wifi
  8. Sambungan internet yang menggunakan jalur telepon kabel
  9. Proses penyambungan koneksi internet Untuk menjalankan akses internet
  10. Tekhnologi Speedy saat ini Guna mendukung kemampuan akses,
  11. Perintah Untuk menyisipkan kolom pada Ms. Excel
  12. Menjumlahkan dengan mudah data nilai dari suatu list atau range,
  13. Menggunakan fungsi Untuk menggabungkan beberapa sel pada Ms Excel
  14. Kelengkapan komputer / laptop Untuk bisa tersambung dengan internet menggunakan Wifi,
  15. Menu pilihan Set Up My Connection manually
    Pada Kotak dialog New Connection Wizard,
  16. Kabel yang digunakan pada jaringan LAN yang berbahan dasar tembaga tanpa dilengkapi
    dengan shield internal
  17. Web browser yang sering digunakan oleh pengguna internet
  18. Suatu program aplikasi yang digunakan untuk membantu mendapatkan informasi di intrenet
  19. Suatu program kecil yang mempunyai kemampuan menggandakan dirinya sendiri bersifat
    mengganggu serta merusak komputer
  20. Browser dan macam browser
  21. Fungsi dari beberapa icon microsoft office
  22. Macam perangkat input ( masukan data ) pada komputer
  23. Langkah-langkah mengunjungi sebuah website di internet
  24. Program anti virus dan contohnya
  25. Website yang dipergunakan untuk mesin pencari ( search engine )
  26. Fasilitas yang digunakan untuk menginstal modem melalui control panel
  27. Langkah untuk melanjutkan pada jendela Set Up a connection or network pada saat
    akan terhubung dengan ISP
  28. Modem yang dipasang diluar komputer yang mana dihubungkan dengan menggunakan
    Port USB
  29. Mengecek modem di windows XP
  30. Tempat penyimpanan data di dalam komputer
  31. Perangkat Input dan Perangkat Output komputer
  32. Sebuah system komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan komputer di seluruh dunia
  33. Sebuah halaman WEB pertama yang terdapat pada sebuah website
  34. Pemanfaatan Intenet pertama kali
  35. Layanan di Internet yang digunakan untuk mengirimkan surat elktronik
  36. Fasilitas di Internet yang digunakan untuk mentransfer file dari komputer local atau sebaliknya
  37. Fungsi dari ikon pada Ms word
  38. File yang disertakan atau dilampirkan dalam E-mail
  39. User id dan password
    Dalam membuka atau mengirim E-mail,
  40. Dampak positif dari penggunaan jjaring sosial
  41. Suatu proses menerima / mengambil file dari komputer server atau internet
  42. Nama file Gambar yang di download
  43. Suatu layanan surat elektronik yang ditrima melalui internet servis provider yang menjadi
    langganan
  44. Langkah selanjutnya Setelah melakukan pengisian formulir data pada pembuatan alamat e-mail di website gmail.com
    Untuk membuat jarak dua spasi pada naskah spasi
  45. Suatu dokumen di internet yang dibuat dengan menggunakan format HTML yang dapat memuat teks, gambar, animasi, audio dan video,
  46. Perangkat input di komputer yang digunakan untuk memasukkan data khususnya data yang
    berupa gambar
  47. Bagian dari menu format yang digunakan untuk pembuatan nomor urutan
  48. Tanda-tanda komputer yang terjangkiti virus seperti dibawah ini,
  49. Virus yang menyebabkan komputer melakukan restart sendiri
  50. Dampak akibat adanya virus di komputer,

Berikut ini terjemahan dari beberapa hadits Nabi Muhammad Saw terkait dengan pakaian, silahkan dicermati dan difahami dengan baik dan benar.

PAKAIAN

1. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Pakailah pakaian berwarna putih! Karena itu adalah sebaikbaiknya pakaian. Dan kafanilah orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan kain putih.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

2. Dari Sumurah ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Pakailah pakaian berwarna putih. Karena pakaian putih adalah pakaian yang paling suci dan paling baik. Dan kafanilah orang yang meninggal di antara kalian dengan kain putih!” (HR. An-Nasa’I dan Al-Hakim)

3. Dari Al-Barra bin Azib ra., ia berkata: “Tubuh Rasulullah SAW, berukuran sedang. Saya pernah melihat beliau mengenakan kain merah, dan belum pernah melihat orang yang lebih tampan dari beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dari Abu Juhaifah Wahab bin Abdullah ra., ia berkata: “Saya melihat Nabi SAW, di Mekkah. Beliau berada di Abthah dalam sebuah tenda berwarna merah terbuat dari kulit. Kemudian keluar dengan membawa tempat air wudhu’ Nabi SAW, ada orang yang membasahi diri dan ada yang hanya mengambil sedikit dari air wudhu’ itu. Nabi SAW, keluar dengan pakaian berwarna merah, terlihat putih betisnya. Beliau berwudhu’ dan Bilal beradzan, sayapun memperhatikan mulutnya yang ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan: “HAYYA ‘ALASH SHOLAAH” menoleh ke kanan, dan bila mengucapkan: “HAYYA ‘ALAL FALAAH” menoleh ke kiri. Kemudian ditancapkan tangkat di muka nabi SAW, dan beliaumelaksanakan sholat. Dan tiada anjing atau keledai lewat didepannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Dari Abu Rimtsah Rifaah at-Taimiy ra., ia berkata: “Saya pernah melihat Rasulullah SAW, memakai dua baju yang hijau.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi) 6. Dari Jabir ra., ia berkata: “Ketika Rasulullah SAW, memasuki kota mekkah pada hari penaklukkannya, beliau memakai sorban hitam.” (HR. Muslim)

6. Dari Jabir ra., ia berkata: “Ketika Rasulullah SAW, memasuki kota mekkah pada hari penaklukkannya, beliau memakai sorban hitam.” (HR. Muslim)

7. Dari Abu Said Amr Huraits ra., ia berkata: “Seakan-akan saya masih melihat Rasulullah SAW, memakai sorban hitam yang ujungnya di lepas antara kedua bahunya.” (HR. Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan: “Rasulullah SAW, berkhutbah menggunakan sorban hitam.”

8. Dari Aisyah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW, dikafani dengan tiga lembar kain putih dari kapas buatan Sahul, tanpa baju qamis dan sorban. (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Dari Aisyah ra., ia berkata: “Suatu pagi Rasulullah SAW, keluar mengenakan pakaian yang bergambar kendaraan terbuat dari bulu hitam.” (HR. Muslim)

10. Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra., ia berkata: “Suatu malam, ketika saya berada dalam perjalanan bersama Rasulullah SAW, beliau bertanya: “Apakah kamu membawa air?” Saya menjawab:”Ya”, kemudian beliau turun dari kendaraannya dan berjalan dalam kegelapan malam sampai tidak terlihat. Beliau datang, dan saya telah persiapkan air pada tempatnya. Kemudian beliau membasuh muka, sedang beliau mengenakan jubah dari wol. Beliau terlihat susah sekali mengeluarkan kedua lengannya, hingga saya membantu mengeluarkannya dari bawah, kemudian beliau membasuh kedua lengan dan mengusap kepalanya. Sesudah itu saya bermaksud melepas kedua sepatunya, tetapi beliau bersabda: “Biarkan, tidak usah dilepas, karena saya memakainya dalam keadaan suci.” Beliau pun mengusap kedua sepatunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

SUNNAT MEMAKAI KEMEJA PANJANG
1. Dari Ummu Salamah ra., ia berkata: “Pakaian yang paling disukai Rasulullah SAW, adalah gamis (kemeja panjang)” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

HARAM MENURUNKAN PAKAIAN KARENA SOMBONG
1. Dari Asma’ binti Yazid Al Anshariyah ra., ia berkata : “Lengan kemeja Rasulullah saw. Hanya sampai pergelangan tangan.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

2. Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong, maka pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihatnya.” Kemudian Abu Bakar ra. berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kain saya selalu turun sampai di bawah mata kaki, kecuali apabila saya sangat berhati-hati.” Rasulullah saw. bersabda kepadanya : “Sesungguhnya kamu tidaklah termasuk orang-orang yang berbuat semacam itu karena sombong.” (HR. Bukhari)

3. Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda : ”Nanti pada hari kiamat Allah tidak akan melihat orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : ”Kain yang berada di bawah mata kaki, adalah bagian dari api neraka.” (HR. Bukhari)

5. Dari Abu Dzar ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : ”Ada tiga kelompok manusia yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan mengajak bicara mereka, Allah tidak akan melihat mereka dan tidak pula mengampuni dosa mereka; dan mereka akan mendapat siksaan yang pedih.” Rasulullah saw. mengucapkan kalimat itu tiga kali. Kemudian Abu Dzar berkata : ”Amatlah kecewa dan rugi mereka itu. Siapakah mereka wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab :” yaitu orang yang menurunkan kainnya, orang yang suka menyebutnyebutpemberiannya dan orang yang menjual barang dagangannya menggunakan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

6. Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw. beliau bersabda : ”Orang yang menurunkan kain, kemeja dan sorbannya; barangsiapa yang memanjangkan sesuatu karena sombong, maka kelak pada hari kiamat Allah tidak akan melihat kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

7. Dari Abu Jurayz (Jabir) bin Sulaim ra., ia berkata : ”Saya melihat seseorang yang pendapatnya selalu diikuti oleh orang banyak, apapun yang dikatakannya pasti diikuti mereka.” Saya bertanya: ”Siapakah orang itu?” Para sahabat menjawab: ”Itu adalah Rasulullah saw.” Saya mengucapkan ”ALAIKASSALAAMU YAA RASULULLAAH dua kali.” Kemudian beliau bersabda : ”Janganlah kamu mengucapkan ALAIKASSALAM, karena ucapan ALAIKASSALAAM adalah salam untuk orang yang sudah meninggal, tetapi ucapkanlah ASSALAAMU’ALAIKUM.” Jabir bertanya : ”Benarkah engkau utusan Allah?” Beliau menjawab: ”Ya, aku adalah utusan Allah, Zat yang apabila kamu tertimpa suatu musibah kemudian kamu berdo’a kepada-Nya, niscaya Dia akan menghilangkan musibah yang menimpa kamu. Apabila kamu tertimpa paceklik, kemudian kamu berdoa kepada-Nya, niscaya Dia akan segera menumbuhkan tanaman untuk kamu. Apabila kamu berada di tengah gurun pasir atau tanah lapang, kemudian kendaraanmu atau ternakmu hilang lantas kamu berdo’a kepada-Nya, niscaya Dia akan mengembalikannya kepadamu.” Jabir berkata kepada beliau: ”Berilah saya nasehat.” Beliau bersabda : ”Janganlah kamu sekali-kali memaki seseorang.” Jabir berkata: ”Maka setelah itu saya tidak pernah memaki orang merdeka, budak, onta dan kambing.” Beliau juga bersabda: ”Janganlah kamu sekalikali meremehkan sesuatu kebaikan dan berkatalah kepada temanmu dengan muka yang manis. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk kebaikan. Dan tinggikanlah kainmu sampai pada pertengahan betis dan kalau kamu enggan, maka boleh sampai pada kedua mata kaki. Janganlah kamu menurunkan kain itu melebihi mata kaki karena itu termasuk perbuatan sombong dan sesungguhnya Allah tidak suka pada sifat sombong. Dan apabila ada seseorang memaki dan mencela kamu dengan apa yang dia ketahui tentang dirimu, maka janganlah kamu mencelanya dengan apa yang kamu ketahui tentang dirinya, karena sesungguhnya akibat dari caci maki itu akan kembali kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

8. Dari Abu Hurairah ra. ia berkata : ”Pada suatu ketika ada seseorang salat dengan kain yang sampai di bawah mata kaki, maka Rasulullah saw. bersabda : ”Pergilah dan berwudhu-lah.” Ia pun pergi dan berwudhu.” Maka ada seseorang bertanya: ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau menyuruh orang itu melakukan wudhu kemudian engkau diamkan?” Beliau bersabda: ”Karena ia salat dengan memakai kain sampai di bawah mata kaki. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima salat seseorang yang memakai kain sampai di bawah mata kaki.” (HR. Abu Dawud)

9. Dari Qais bin Basyir At Taghlibi, ia berkata: Ayah yang menjadi teman dekat Abu Darda’ memberitahukan kepadaku dimana ia berkata: ”Di Damaskus ada seseorang sahabat Nabi saw. yang bernama Ibnu Hanzhaliyah, ia adalah orang yang senang menyendiri, jarang sekali duduk-duduk bersama orang lain, kecuali untuk salat. Apabila selesai salat ia terus membaca tasbih dan takbir sehingga pulang ke rumahnya.” Ketika kami berada di tempat Abu Darda’ ia lewat, maka Abu Darda’ berkata kepadanya: ”Sampaikanlah suatu kalimat yang bermanfaat bagi kami dan tidak merugikan kamu.” Ia berkata: ”Rasulullah saw. mengutus suatu pasukan, kemudian setelah kembali salah seorang di antara mereka duduk pada suatu majlis yang mana di situ ada Rasulullah saw. Ia berkata kepada seseorang yang berada di sampingnya: ”Bagaimana pendapatku ketika kami berhadapan dengan musuh, maka seorang dari kami menyerang musuh dan setelah menikam musuh lalu ia berkata: ”Rasulullah tikaman diriku dan aku adalah pemuda Ghifar?” Orang yang berada di sampingnya berkata :”Menurut pendapatku orang tadi selalu hilang pahalanya.” Orang lain yang mendengar apa yang dikatakannya ia berkata, ”Menurut pendapatku orang itu tidak apa-apa (masih tetap pahalanya).” Maka bertengkarlah kedua orang itu sehingga Rasulullah saw. mendengar, kemudian beliau bersabda :”Maha Suci Allah, tidak apa-apa ia tetap mendapat pahala dan tetap terpuji.” Saya melihat Abu Darda’ nampak gembira sekali dan mengangkat kepalanya ditujukan kepada Ibnu Hanzhaliyah serta bertanya :”Apakah kamu mendengar sendiri keterangan itu dari Rasulullah saw.? Ibnu Hanzhaliyah menjawab:”Ya.” Abu Darda mengulang-ulang pertanyaan itu kepadanya sehingga saya berkata :”Ia benarbenar minta berkah pada kedua lututnya.” Ayah berkata lagi :”Pada saat yang lain ia lewat, maka Abu Darda’ berkata kepadanya :”Sampaikanlah satu kalimat yang bermanfaat untuk kami dan tidak merugikan kamu.” Ia berkata :”Rasulullah saw. bersabda kepada kami :”Orang yang memberi belanja untuk kudanya itu bagaikan orang yang membentangkan tangannya dengan sedekah, ia tidak menggenggamkan tangannya itu.” Pada saat yang lain ia lewat, maka Abu Darda’ berkata :”Sampaikanlah satu kalimat yang bermanfaat untuk kami dan tidak merugikan kamu.” Ia berkata :”Rasulullah saw. bersabda : ”Sebaik-baik orang adalah Khuraim Al Usaidy, seandainya ia tidak berambut panjang dan tidak menurunkan kainnya sampai di bawah mata kaki.” Setelah berita itu terdengar oleh Khuraim maka ia langsung mengambil pisau untuk memotong rambutnya sampai sebatas kedua telinganya dan menaikkan kainnya sampai ke pertengahan kedua betisnya.” Pada saat yang lain ia lewat, maka Abu Darda’ berkata kepadanya : ”Sampaikanlah satu kalimat yang bermanfaat untuk kami dan tidak merugikan kamu.” Ia berkata :”Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : ”Sesungguhnya kamu sekalian akan kembali kepada saudara-saudaramu, maka perbaikilah kendaraanmu dan baguskanlah pakaianmu sehingga kamu seolah-olah merupakan tahi lalat yang menjadi hiasan manusia. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang kotor, baik dalam pakaiannya maupun perbuatannya.” (HR. Abu Dawud)

10. Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra. ia berkata : Rasulullah saw. bersabda :”Kain sarung seorang muslim adalah sampai pertengahan betisnya. Dan tidaklah berdosa jika sampai pada diantara betis dan kedua mata kaki. Sedangkan yang sampai di bawah mata kaki itu adalah bagian neraka. Dan barangsiapa yang menurunkan kain sarungnya sampai di bawah mata kaki karena sombong maka kelak Allah tidak akan melihat kepadanya.” (HR. Abu Dawud)

11. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata :”Saya berjalan di depan Rasulullah saw. sedangkan kain saya terlalu rendah, kemudian beliau bersabda :”Wahai Abdullah, naikkanlah kainmu itu.” Maka saya pun menaikkannya. Beliau bersabda lagi :”Naikkan lagi.” Maka sayapun menaikan kain sesuai dengan petunjuk itu.”Ada orang yang bertanya :”Sebatas mana kamu menaikkan?” Abdullah menjawab :”Sebatas pertengahan kedua betis.”(HR. Muslim)

12. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda :”Barangsiapa yang menurunkan kainnya karena sombong, maka kelak pada hari kiamat Allah tidak melihat kepadanya.” Salamah bertanya: ”Maka bagaimana cara wanita menurunkan tepi kain mereka?” Beliau bersabda :”Diturunkan sejengkal.” Salamah berkata :”Kalau begitu, telapak kaki mereka terbuka?” Beliau bersabda :”Boleh diturunkan sehasta, tidak boleh lebih dari itu.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

Sunnat Tidak Mengenakan Pakaian Mewah
1. Dari Mu’adz bin Anas ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda :”Barangsiapa yang meninggalkan pakaian mewah karena tawadhu’ (merendahkan diri) kepada Allah padahal ia mampu untuk membelinya, maka kelak pada hari kiamat Allah memanggilnya di hadapan para makhluk, untuk disuruh memilih pakaian iman sekehendaknya untuk dipakainya.” (HR. Turmudzi)

2. Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda :”Sesungguhnya Allah suka melihat bekas nikmat-Nya kepada hamba-Nya.” (HR. Turmudzi)

HARAM MEMAKAI SUTERA BAGI LAKI-LAKI
1. Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda :”Janganlah kamu sekalian memakai kain sutera, karena sesungguhnya orang yang memakainya di dunia, maka kelak di akhirat ia tidak akan memakainya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : ”Sesungguhnya orang yang memakai kain sutera (ketika di dunia) adalah orang yang tidak akan mendapat bagian kelak (di akhirat).” (HR. Bukhari dan Muslim) Dan di dalam riwayat Bukhari dikatakan :”Orang yang tidak akan mendapat bagian kain sutera kelak di akhirat.”

3. Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda :”Barangsiapa yang memakai kain sutera di dunia, maka tidak akan memakainya kelak di akhirat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dari Ali ra., ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw. memegang kain sutera di tangan kanannya, dan memegang emas di tangan kirinya, kemudian bersabda :”Sesungguhnya dua benda ini adalah haram bagi umatku yang laki-laki.” (HR. Abu Dawud)

5. Dari Abu Musa Al Asy’ariy ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda :”Diharamkan memakai kain sutera dan emas bagi umatku yang laki-laki dan dihalalkan bagi umatku yang perempuan.” (HR. Turmudzi)

6. Dari Hudzaifah ra., ia berkata :”Nabi saw. telah melarang kami untuk minum dan makan menggunakan bejana emas dan perak dan juga melarang memakai kain sutera baik yang tipis maupun yang tebal serta melarang duduk di atasnya.” (HR. Bukhari)

Boleh Memakai Sutera Karena Gatalgatal
1. Dari Anas ra., ia berkata :”Rasulullah saw. telah memberikan kemurahan kepada Zubair dan Abdurrahman bin ’Aur ra. untuk memakai kain sutera karena menderita penyakit gatalgatal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

LARANGAN DUDUK DI ATAS KULIT BINATANG BUAS
1. Dari Mu’awiyah ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda :”Janganlah kamu sekalian duduk di atas kain sutera dan jangan pula di atas kulit harimau.” (HR. Abu Dawud)

2. Dari Abu Al Malih dari ayahnya ra., bahwasannya Rasulullah saw. melarang duduk pada kulit binatang buas.” (HR. Abu Dawud, Turmudzi dan Nasa’i) Dan di dalam riwayat Turmudzi dikatakan :”Beliau melarang menghamparkan kulit binatang buas untuk diduduki.”

DOA MEMAKAI PAKAIAN DAN BARANG BARU
1. Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra., ia berkata :”Rasulullah saw. apabila memakai baju, sorban, kemeja atau selendang yang baru, maka beliau memberinya nama dan berdoa:
ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA KASAUTANIIHI AS-ALUKA KHAIRAHU WA KHAIRA MAA SHUNI’A LAHU WAA’UUDZUBIKA MIN SYARRIHI WASYARRI MAA SHUNI’A LAHU
(Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau yang telah memberiku pakaian. Saya memohon kepada-Mu akan kebaikan pakaian ini dan kebaikan yang dibuat untuknya, dan saya berlindung diri kepada-Nya akan kejelekan pakaian ini dan kejahatan yang diperbuat untuknya.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

Sumber: Kitab Riyadhush Shalihin

Tag:

LATIHAN SOAL MID SEMESTER GASAL PAI KELAS 8

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!

1. Sebutkan macam-macam kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt, beserta para Nabi yang menerimanya!
2. Sebutkan ciri-ciri orang berperilaku zuhud!
3. Jelaskan bagaimana cara mengimani kitab suci Al-Qur’an!
4. Jelaskan perbedaan antara bacaan qolqolah sughro dengan qolqolah kubro!
5. Berikan empat contoh bacaan Lam Tafkhim!
6. Sebutkan isi kitab Taurat!
7. Apa yang kamu ketahui tentang ilmu tajwid?
8. Jelaskan sebab bacaan Ro’ harus dibaca Tarqiq, empat saja!
9. Jelaskan pengertian tentang beriman kepada Kitab Allah Swt!
10. Jelaskan pengertian tentang tawakkal beserta fungsinya dalam kehidupan sehari-hari!
11. Sebutkan para Nabi yang menerima shuhuf!
12. Jelaskan empat manfaat zuhud bagi seorang mukmin!
13. Sebutkan isi pokok kandungan yang terdapat dalam Al-Qur’an!
14. Tunjukkan bagian dari ayat berikut yang merupakan bacaan Ro’ tafkhim:

أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرْ ﴿١﴾ حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرْ ﴿٢﴾ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونْ ﴿٣﴾
15. Salinlah potongan ayat berikut, lengkapilah dengan harokat, serta jelaskanlah isinya:
وعلى ٱلله فليتوكل ٱلمؤمنون

LATIHAN SOAL MID SEMESTER GASAL TIK KELAS 9
(Kerjakan dua siswa satu jawaban)
Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini !
1. Jelaskan tentang pengertian internet!
2. Sebutkan empat perguruan tinggi di AS yang mempelopori ARPAnet!
3. Jelaskan empat dampak positif dan empat dampak negatif internet !
4. Apa yang kamu ketahui tentang:
a. Komputer server b. Komputer client
5. Sebutkan empat aplikasi internet yang kamu ketahui, jelaskan!
6. Sebutkan empat macam browser atau perangkat lunak yang diperlukan untuk menghubungkan komputer ke internet!
7. Jelaskan pengertian dari:
a. GPRS b. CDMA c. GSM d. MMS
8. Jelaskan tentang pengertian jaringan!
9. Jelaskan fungsi perangkat berikut ini:
a. Modem b. HUB c. RJ-45 d. NIC
10. Sebutkan empat manfaat jaringan!
11. Sebutkan macam-macam kabel yang sering digunakan untuk membangun jaringan komputer!
12. Sebutkan empat model jaringan berdasar topologinya dan buatlah gambar diagramnya !
13. Sebutkan tiga macam jaringan berdasarkan luas jangkauannya!
14. Apa yang kamu ketahui tentang:
a. Log in b. Log out c. Online d. Offline
15. Kepanjangan dari apakah berikut ini:
a. GPRS b. PSTN c. APJII d. HTML